smartclass
smartclass adalah sebuah perusahaan yang mengubah gaya konsumtif menjadi produktif
Strategi memulai bisnis dengan aman, bagaimana sebaiknya ?
Summary:MamaOcha
Ketika ditanya sebaiknya apa yang harus dilakukan oleh seorang pebisnis pemula dalam mengawali bisnisnya. Pakar bisnis dan marketing Laksita Utama Suhud mengatakan, “Segera kembangkan dana segar yang mereka miliki secepatnya dalam bentuk pilar-pliar pemasukan sebanyak mungkin, agar bisa menjadi sumber penghasilan dalam jumlah besar secepatnya bagi bisnis tersebut”.
Dalam bukunya "Start-Up Business Wizards", pakar bisnis dan marketing ini memberikan arahan strategi yang sangat jelas bisa dijadikan rujukan yang aman tidak saja bagi semua calon pebisnis untuk memeulai usaha dengan aman, tetapi juga bagi para pebisnis yang sudah menjalankan bisnisnya untuk bisa membuat bisnisnya tumbuh secepatnya.
Dalam buku yang sarat dengan strategi bisnis kelas dunia tersebut. Pakar bisnis ini menganjurkan semua calon pebisnis untuk menguasai terlebih dulu permainan paling mendasar dalam memulai bisnis. Yaitu bagaimana membuat uang yang mereka investasikan tumbuh terus setiap saat, mengalahkan pengeluaran yang ada. Karena menurut dia, di dalam bisnis. Apalagi bisnis yang baru mulai, keberadaan dana segar sangat menentukan kelangsungan bisnis tersebut. Semakin banyak dana segar berhasil didapatkan diawal pendirian sebuah bisnis, semakin cepat bisnis tersebut memasuki zona amannya.
Hal ini dikarenakan selalu berlakunya hukum Murphy dalam menjalankan bisnis yang mengatakan semua perkiraan terbaik seorang pebisnis, biasanya memakan biaya dan waktu 3 kali lebih besar dan lebih lama dari perkiraan terbaik mereka. Dan ini seringkali luput dari perkiraan para pebisnis pemula yang terlalu bersemangat dengan aktivasi otak kanan mereka.
Menurut pakar bisnis dan marketing ini, sebaiknya sebuah bisnis dibangun dengan landasan investasi yang cermat. Sebuah bisnis, ibarat sebuah rumah. Untuk bisa berdiri kokoh, maka dia harus ditopang oleh pilar-pilar penyanggah yang kuat dan banyak. Kita bisa bayangkan, apa jadinya sebuah rumah kalau hanya ditopang oleh satu atau dua pilar penyanggah saja. Maka rumah tersebut akan runtuh. Tetapi apa jadinya, jika rumah tersebut mempunyai 4 sampai 10 pliar penyanggah. Maka rumah tersebut relatif lebih kokoh berdiri. Apalagi kalau pilar penyanggahnya banyak sekali, pasti jauh lebih kokoh lagi.
Begitu juga dengan bisnis, pilar penyanggah sebuah bisnis hanya terdiri dari dua hal saja. Produk dan pelanggan. Yang oleh pakar bisnis dan marketing ini disebut sebagai pilar pemasukan bagi sebuah perusahaan. Semakin banyak produk dan jasa yang diserap oleh pasar, maka semakin kokoh bisnis tersebut berdiri. Semakin banyak pelanggan yang berhasil didapatkan dan dipelihara, maka semakin aman bisnis tersebut berdiri.
Sebuah bisnis baru, harus segera membentuk pilar-pilar pemasukannya sebanyak mungkin secepatnya. Agar semua pengeluaran yang harus mereka bayar setiap bulannya bisa mereka tutup dan masih ada sellisih penjualannya. Laksita Utama Suhud sendiri selalu menekannkan bahwa sebuah bisnis yang sukses selalu ditandai oleh tingginya angka penjualan mereka sementara semua bisnis yang gagal sebaliknya. Dan untuk mencapai hal tersebut, tentu saja kemampuan dalam memasarkan menjadi keterampilan yang sangat menentukan bagi perkembangan usaha tersebut.
Oleh karena itu, sebuah bisnis baru harus memprioritaskan semua dana yang mereka miliki untuk diinvestasikan guna mengembangkan sebanyak mungkin pilar-pilar pemasukan bagi bisnis tersebut secepatnya. Agar terbentuk saluran pendapatan dalam jumlah besar secepatnya. Setiap dana yang masuk setelah dipotong pengeluaran, investasikan lagi untuk membangun pilar-pilar pemasukan lainnya. Sehingga dalam waktu singkat, akan terdapat banyak sekali pilar-pilar pemasukan yang dimiliki oleh bisnis tersebut, sehingga bisa menggaransi setiap jamnya selalu ada transaksi bagi bisnis tersebut.
Begitu bisnisnya sudah mulai menghasilkan pemasukan dalam jumlah besar, barulah bisnis tersebut bisa mulai masuk kedalam bidang bisnis yang diimpikan oleh pendirinya, tanpa perlu takut lagi akan kekurangan dana segar untuk membiayai pengeluaran rutinnya..
Kesalahan paling umum dari pebisnis pemula
Salah satu kesalahan yang paling banyak dilakukan oelh pebisnis pemula adalah tidak menyadari, bahwa mereka belum dikenal oleh pasar, sebagai pemain baru mereka umumnya masih hijau dan sebagai pemain baru mereka belum memiliki sumber pemasukan rutin yang di sebut dengan pelanggan. Alih-alih mereka membelanjakan uang mereka diawal untuk membangun slauran pemasukan rutin ini, mereka malah membelanjakannya dana segar mereka untuk membangun image dengan menghabiskan uang mereka untuk mendekor kantor, kredit mobil baru dan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan mendapatkan pelanggan baru bagi bisnis mereka selain kebutuhan gengsinya.. Bahwa mereka sekarang sudah mempunyai bisnis, bahwa mereka sekarang sudah menjadi pengusaha..
Buat apa mendirikan usaha kalau akhirnya bangkrut dalam waktu singkat karena tidak bisa membukukan penjualan yang cukup untuk sekedar bertahan apalagi tumbuh.. Tentu saja untuk detail dari strategi memulai bisnis bisa Anda pelajari selengkapnya di buku bisnis dan marketing yang sangat luar biasa “Start-Up Business Wizards” yang ditulis oleh pakar bisnis dan marketing Laksita Utama Suhud. Sebuah buku terbitan Gramedia Putska Utama seharga Rp 53.000,- dengan hadiah audiobook CD seharga Rp 97.000 yang sangat inspiratif dan memuat lebih dari 80 strategi bisnis dan marketing luar biasa yang bisa kita praktekkan untuk membanjiri bisnis kita dengan order..
Artikel ini sudah mendapat ijin dan persetujuan dari pakar bisnis dan marketing
Laksita Utama Suhud
CEO Business Wizards Consulting
dan penulis buku Start-Up Business Wizards
kumpulan 5 Audiobook The Tai-Chi Strategy dari Laksita Utama Suhud bisa didownload secara gratis di:
http://www.megaupload.com/?d=AF2AWIM9
http://www.megaupload.com/?d=4XHXNO7U
http://www.megaupload.com/?d=LJQ611JK
http://www.megaupload.com/?d=G5T8JKXV
http://www.megaupload.com/?d=6KLXPNK9
Strategi memulai bisnis dengan aman, bagaimana sebaiknya ? Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/how-to/money-and-business/2063926-strategi-memulai-bisnis-dengan-aman/ Strategi memulai bisnis dengan aman, bagaimana sebaiknya ?
Summary:MamaOcha
Ketika ditanya sebaiknya apa yang harus dilakukan oleh seorang pebisnis pemula dalam mengawali bisnisnya. Pakar bisnis dan marketing Laksita Utama Suhud mengatakan, “Segera kembangkan dana segar yang mereka miliki secepatnya dalam bentuk pilar-pliar pemasukan sebanyak mungkin, agar bisa menjadi sumber penghasilan dalam jumlah besar secepatnya bagi bisnis tersebut”.
Dalam bukunya "Start-Up Business Wizards", pakar bisnis dan marketing ini memberikan arahan strategi yang sangat jelas bisa dijadikan rujukan yang aman tidak saja bagi semua calon pebisnis untuk memeulai usaha dengan aman, tetapi juga bagi para pebisnis yang sudah menjalankan bisnisnya untuk bisa membuat bisnisnya tumbuh secepatnya.
Dalam buku yang sarat dengan strategi bisnis kelas dunia tersebut. Pakar bisnis ini menganjurkan semua calon pebisnis untuk menguasai terlebih dulu permainan paling mendasar dalam memulai bisnis. Yaitu bagaimana membuat uang yang mereka investasikan tumbuh terus setiap saat, mengalahkan pengeluaran yang ada. Karena menurut dia, di dalam bisnis. Apalagi bisnis yang baru mulai, keberadaan dana segar sangat menentukan kelangsungan bisnis tersebut. Semakin banyak dana segar berhasil didapatkan diawal pendirian sebuah bisnis, semakin cepat bisnis tersebut memasuki zona amannya.
Hal ini dikarenakan selalu berlakunya hukum Murphy dalam menjalankan bisnis yang mengatakan semua perkiraan terbaik seorang pebisnis, biasanya memakan biaya dan waktu 3 kali lebih besar dan lebih lama dari perkiraan terbaik mereka. Dan ini seringkali luput dari perkiraan para pebisnis pemula yang terlalu bersemangat dengan aktivasi otak kanan mereka.
Menurut pakar bisnis dan marketing ini, sebaiknya sebuah bisnis dibangun dengan landasan investasi yang cermat. Sebuah bisnis, ibarat sebuah rumah. Untuk bisa berdiri kokoh, maka dia harus ditopang oleh pilar-pilar penyanggah yang kuat dan banyak. Kita bisa bayangkan, apa jadinya sebuah rumah kalau hanya ditopang oleh satu atau dua pilar penyanggah saja. Maka rumah tersebut akan runtuh. Tetapi apa jadinya, jika rumah tersebut mempunyai 4 sampai 10 pliar penyanggah. Maka rumah tersebut relatif lebih kokoh berdiri. Apalagi kalau pilar penyanggahnya banyak sekali, pasti jauh lebih kokoh lagi.
Begitu juga dengan bisnis, pilar penyanggah sebuah bisnis hanya terdiri dari dua hal saja. Produk dan pelanggan. Yang oleh pakar bisnis dan marketing ini disebut sebagai pilar pemasukan bagi sebuah perusahaan. Semakin banyak produk dan jasa yang diserap oleh pasar, maka semakin kokoh bisnis tersebut berdiri. Semakin banyak pelanggan yang berhasil didapatkan dan dipelihara, maka semakin aman bisnis tersebut berdiri.
Sebuah bisnis baru, harus segera membentuk pilar-pilar pemasukannya sebanyak mungkin secepatnya. Agar semua pengeluaran yang harus mereka bayar setiap bulannya bisa mereka tutup dan masih ada sellisih penjualannya. Laksita Utama Suhud sendiri selalu menekannkan bahwa sebuah bisnis yang sukses selalu ditandai oleh tingginya angka penjualan mereka sementara semua bisnis yang gagal sebaliknya. Dan untuk mencapai hal tersebut, tentu saja kemampuan dalam memasarkan menjadi keterampilan yang sangat menentukan bagi perkembangan usaha tersebut.
Oleh karena itu, sebuah bisnis baru harus memprioritaskan semua dana yang mereka miliki untuk diinvestasikan guna mengembangkan sebanyak mungkin pilar-pilar pemasukan bagi bisnis tersebut secepatnya. Agar terbentuk saluran pendapatan dalam jumlah besar secepatnya. Setiap dana yang masuk setelah dipotong pengeluaran, investasikan lagi untuk membangun pilar-pilar pemasukan lainnya. Sehingga dalam waktu singkat, akan terdapat banyak sekali pilar-pilar pemasukan yang dimiliki oleh bisnis tersebut, sehingga bisa menggaransi setiap jamnya selalu ada transaksi bagi bisnis tersebut.
Begitu bisnisnya sudah mulai menghasilkan pemasukan dalam jumlah besar, barulah bisnis tersebut bisa mulai masuk kedalam bidang bisnis yang diimpikan oleh pendirinya, tanpa perlu takut lagi akan kekurangan dana segar untuk membiayai pengeluaran rutinnya..
Kesalahan paling umum dari pebisnis pemula
Salah satu kesalahan yang paling banyak dilakukan oelh pebisnis pemula adalah tidak menyadari, bahwa mereka belum dikenal oleh pasar, sebagai pemain baru mereka umumnya masih hijau dan sebagai pemain baru mereka belum memiliki sumber pemasukan rutin yang di sebut dengan pelanggan. Alih-alih mereka membelanjakan uang mereka diawal untuk membangun slauran pemasukan rutin ini, mereka malah membelanjakannya dana segar mereka untuk membangun image dengan menghabiskan uang mereka untuk mendekor kantor, kredit mobil baru dan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan mendapatkan pelanggan baru bagi bisnis mereka selain kebutuhan gengsinya.. Bahwa mereka sekarang sudah mempunyai bisnis, bahwa mereka sekarang sudah menjadi pengusaha..
Buat apa mendirikan usaha kalau akhirnya bangkrut dalam waktu singkat karena tidak bisa membukukan penjualan yang cukup untuk sekedar bertahan apalagi tumbuh.. Tentu saja untuk detail dari strategi memulai bisnis bisa Anda pelajari selengkapnya di buku bisnis dan marketing yang sangat luar biasa “Start-Up Business Wizards” yang ditulis oleh pakar bisnis dan marketing Laksita Utama Suhud. Sebuah buku terbitan Gramedia Putska Utama seharga Rp 53.000,- dengan hadiah audiobook CD seharga Rp 97.000 yang sangat inspiratif dan memuat lebih dari 80 strategi bisnis dan marketing luar biasa yang bisa kita praktekkan untuk membanjiri bisnis kita dengan order..
Artikel ini sudah mendapat ijin dan persetujuan dari pakar bisnis dan marketing
Laksita Utama Suhud
CEO Business Wizards Consulting
dan penulis buku Start-Up Business Wizards
kumpulan 5 Audiobook The Tai-Chi Strategy dari Laksita Utama Suhud bisa didownload secara gratis di:
http://www.megaupload.com/?d=AF2AWIM9
http://www.megaupload.com/?d=4XHXNO7U
http://www.megaupload.com/?d=LJQ611JK
http://www.megaupload.com/?d=G5T8JKXV
http://www.megaupload.com/?d=6KLXPNK9
Strategi memulai bisnis dengan aman, bagaimana sebaiknya ? Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/how-to/money-and-business/2063926-strategi-memulai-bisnis-dengan-aman/
Summary:MamaOcha
Ketika ditanya sebaiknya apa yang harus dilakukan oleh seorang pebisnis pemula dalam mengawali bisnisnya. Pakar bisnis dan marketing Laksita Utama Suhud mengatakan, “Segera kembangkan dana segar yang mereka miliki secepatnya dalam bentuk pilar-pliar pemasukan sebanyak mungkin, agar bisa menjadi sumber penghasilan dalam jumlah besar secepatnya bagi bisnis tersebut”.
Dalam bukunya "Start-Up Business Wizards", pakar bisnis dan marketing ini memberikan arahan strategi yang sangat jelas bisa dijadikan rujukan yang aman tidak saja bagi semua calon pebisnis untuk memeulai usaha dengan aman, tetapi juga bagi para pebisnis yang sudah menjalankan bisnisnya untuk bisa membuat bisnisnya tumbuh secepatnya.
Dalam buku yang sarat dengan strategi bisnis kelas dunia tersebut. Pakar bisnis ini menganjurkan semua calon pebisnis untuk menguasai terlebih dulu permainan paling mendasar dalam memulai bisnis. Yaitu bagaimana membuat uang yang mereka investasikan tumbuh terus setiap saat, mengalahkan pengeluaran yang ada. Karena menurut dia, di dalam bisnis. Apalagi bisnis yang baru mulai, keberadaan dana segar sangat menentukan kelangsungan bisnis tersebut. Semakin banyak dana segar berhasil didapatkan diawal pendirian sebuah bisnis, semakin cepat bisnis tersebut memasuki zona amannya.
Hal ini dikarenakan selalu berlakunya hukum Murphy dalam menjalankan bisnis yang mengatakan semua perkiraan terbaik seorang pebisnis, biasanya memakan biaya dan waktu 3 kali lebih besar dan lebih lama dari perkiraan terbaik mereka. Dan ini seringkali luput dari perkiraan para pebisnis pemula yang terlalu bersemangat dengan aktivasi otak kanan mereka.
Menurut pakar bisnis dan marketing ini, sebaiknya sebuah bisnis dibangun dengan landasan investasi yang cermat. Sebuah bisnis, ibarat sebuah rumah. Untuk bisa berdiri kokoh, maka dia harus ditopang oleh pilar-pilar penyanggah yang kuat dan banyak. Kita bisa bayangkan, apa jadinya sebuah rumah kalau hanya ditopang oleh satu atau dua pilar penyanggah saja. Maka rumah tersebut akan runtuh. Tetapi apa jadinya, jika rumah tersebut mempunyai 4 sampai 10 pliar penyanggah. Maka rumah tersebut relatif lebih kokoh berdiri. Apalagi kalau pilar penyanggahnya banyak sekali, pasti jauh lebih kokoh lagi.
Begitu juga dengan bisnis, pilar penyanggah sebuah bisnis hanya terdiri dari dua hal saja. Produk dan pelanggan. Yang oleh pakar bisnis dan marketing ini disebut sebagai pilar pemasukan bagi sebuah perusahaan. Semakin banyak produk dan jasa yang diserap oleh pasar, maka semakin kokoh bisnis tersebut berdiri. Semakin banyak pelanggan yang berhasil didapatkan dan dipelihara, maka semakin aman bisnis tersebut berdiri.
Sebuah bisnis baru, harus segera membentuk pilar-pilar pemasukannya sebanyak mungkin secepatnya. Agar semua pengeluaran yang harus mereka bayar setiap bulannya bisa mereka tutup dan masih ada sellisih penjualannya. Laksita Utama Suhud sendiri selalu menekannkan bahwa sebuah bisnis yang sukses selalu ditandai oleh tingginya angka penjualan mereka sementara semua bisnis yang gagal sebaliknya. Dan untuk mencapai hal tersebut, tentu saja kemampuan dalam memasarkan menjadi keterampilan yang sangat menentukan bagi perkembangan usaha tersebut.
Oleh karena itu, sebuah bisnis baru harus memprioritaskan semua dana yang mereka miliki untuk diinvestasikan guna mengembangkan sebanyak mungkin pilar-pilar pemasukan bagi bisnis tersebut secepatnya. Agar terbentuk saluran pendapatan dalam jumlah besar secepatnya. Setiap dana yang masuk setelah dipotong pengeluaran, investasikan lagi untuk membangun pilar-pilar pemasukan lainnya. Sehingga dalam waktu singkat, akan terdapat banyak sekali pilar-pilar pemasukan yang dimiliki oleh bisnis tersebut, sehingga bisa menggaransi setiap jamnya selalu ada transaksi bagi bisnis tersebut.
Begitu bisnisnya sudah mulai menghasilkan pemasukan dalam jumlah besar, barulah bisnis tersebut bisa mulai masuk kedalam bidang bisnis yang diimpikan oleh pendirinya, tanpa perlu takut lagi akan kekurangan dana segar untuk membiayai pengeluaran rutinnya..
Kesalahan paling umum dari pebisnis pemula
Salah satu kesalahan yang paling banyak dilakukan oelh pebisnis pemula adalah tidak menyadari, bahwa mereka belum dikenal oleh pasar, sebagai pemain baru mereka umumnya masih hijau dan sebagai pemain baru mereka belum memiliki sumber pemasukan rutin yang di sebut dengan pelanggan. Alih-alih mereka membelanjakan uang mereka diawal untuk membangun slauran pemasukan rutin ini, mereka malah membelanjakannya dana segar mereka untuk membangun image dengan menghabiskan uang mereka untuk mendekor kantor, kredit mobil baru dan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan mendapatkan pelanggan baru bagi bisnis mereka selain kebutuhan gengsinya.. Bahwa mereka sekarang sudah mempunyai bisnis, bahwa mereka sekarang sudah menjadi pengusaha..
Buat apa mendirikan usaha kalau akhirnya bangkrut dalam waktu singkat karena tidak bisa membukukan penjualan yang cukup untuk sekedar bertahan apalagi tumbuh.. Tentu saja untuk detail dari strategi memulai bisnis bisa Anda pelajari selengkapnya di buku bisnis dan marketing yang sangat luar biasa “Start-Up Business Wizards” yang ditulis oleh pakar bisnis dan marketing Laksita Utama Suhud. Sebuah buku terbitan Gramedia Putska Utama seharga Rp 53.000,- dengan hadiah audiobook CD seharga Rp 97.000 yang sangat inspiratif dan memuat lebih dari 80 strategi bisnis dan marketing luar biasa yang bisa kita praktekkan untuk membanjiri bisnis kita dengan order..
Artikel ini sudah mendapat ijin dan persetujuan dari pakar bisnis dan marketing
Laksita Utama Suhud
CEO Business Wizards Consulting
dan penulis buku Start-Up Business Wizards
kumpulan 5 Audiobook The Tai-Chi Strategy dari Laksita Utama Suhud bisa didownload secara gratis di:
http://www.megaupload.com/?d=AF2AWIM9
http://www.megaupload.com/?d=4XHXNO7U
http://www.megaupload.com/?d=LJQ611JK
http://www.megaupload.com/?d=G5T8JKXV
http://www.megaupload.com/?d=6KLXPNK9
Strategi memulai bisnis dengan aman, bagaimana sebaiknya ? Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/how-to/money-and-business/2063926-strategi-memulai-bisnis-dengan-aman/
Summary:MamaOcha
Ketika ditanya sebaiknya apa yang harus dilakukan oleh seorang pebisnis pemula dalam mengawali bisnisnya. Pakar bisnis dan marketing Laksita Utama Suhud mengatakan, “Segera kembangkan dana segar yang mereka miliki secepatnya dalam bentuk pilar-pliar pemasukan sebanyak mungkin, agar bisa menjadi sumber penghasilan dalam jumlah besar secepatnya bagi bisnis tersebut”.
Dalam bukunya "Start-Up Business Wizards", pakar bisnis dan marketing ini memberikan arahan strategi yang sangat jelas bisa dijadikan rujukan yang aman tidak saja bagi semua calon pebisnis untuk memeulai usaha dengan aman, tetapi juga bagi para pebisnis yang sudah menjalankan bisnisnya untuk bisa membuat bisnisnya tumbuh secepatnya.
Dalam buku yang sarat dengan strategi bisnis kelas dunia tersebut. Pakar bisnis ini menganjurkan semua calon pebisnis untuk menguasai terlebih dulu permainan paling mendasar dalam memulai bisnis. Yaitu bagaimana membuat uang yang mereka investasikan tumbuh terus setiap saat, mengalahkan pengeluaran yang ada. Karena menurut dia, di dalam bisnis. Apalagi bisnis yang baru mulai, keberadaan dana segar sangat menentukan kelangsungan bisnis tersebut. Semakin banyak dana segar berhasil didapatkan diawal pendirian sebuah bisnis, semakin cepat bisnis tersebut memasuki zona amannya.
Hal ini dikarenakan selalu berlakunya hukum Murphy dalam menjalankan bisnis yang mengatakan semua perkiraan terbaik seorang pebisnis, biasanya memakan biaya dan waktu 3 kali lebih besar dan lebih lama dari perkiraan terbaik mereka. Dan ini seringkali luput dari perkiraan para pebisnis pemula yang terlalu bersemangat dengan aktivasi otak kanan mereka.
Menurut pakar bisnis dan marketing ini, sebaiknya sebuah bisnis dibangun dengan landasan investasi yang cermat. Sebuah bisnis, ibarat sebuah rumah. Untuk bisa berdiri kokoh, maka dia harus ditopang oleh pilar-pilar penyanggah yang kuat dan banyak. Kita bisa bayangkan, apa jadinya sebuah rumah kalau hanya ditopang oleh satu atau dua pilar penyanggah saja. Maka rumah tersebut akan runtuh. Tetapi apa jadinya, jika rumah tersebut mempunyai 4 sampai 10 pliar penyanggah. Maka rumah tersebut relatif lebih kokoh berdiri. Apalagi kalau pilar penyanggahnya banyak sekali, pasti jauh lebih kokoh lagi.
Begitu juga dengan bisnis, pilar penyanggah sebuah bisnis hanya terdiri dari dua hal saja. Produk dan pelanggan. Yang oleh pakar bisnis dan marketing ini disebut sebagai pilar pemasukan bagi sebuah perusahaan. Semakin banyak produk dan jasa yang diserap oleh pasar, maka semakin kokoh bisnis tersebut berdiri. Semakin banyak pelanggan yang berhasil didapatkan dan dipelihara, maka semakin aman bisnis tersebut berdiri.
Sebuah bisnis baru, harus segera membentuk pilar-pilar pemasukannya sebanyak mungkin secepatnya. Agar semua pengeluaran yang harus mereka bayar setiap bulannya bisa mereka tutup dan masih ada sellisih penjualannya. Laksita Utama Suhud sendiri selalu menekannkan bahwa sebuah bisnis yang sukses selalu ditandai oleh tingginya angka penjualan mereka sementara semua bisnis yang gagal sebaliknya. Dan untuk mencapai hal tersebut, tentu saja kemampuan dalam memasarkan menjadi keterampilan yang sangat menentukan bagi perkembangan usaha tersebut.
Oleh karena itu, sebuah bisnis baru harus memprioritaskan semua dana yang mereka miliki untuk diinvestasikan guna mengembangkan sebanyak mungkin pilar-pilar pemasukan bagi bisnis tersebut secepatnya. Agar terbentuk saluran pendapatan dalam jumlah besar secepatnya. Setiap dana yang masuk setelah dipotong pengeluaran, investasikan lagi untuk membangun pilar-pilar pemasukan lainnya. Sehingga dalam waktu singkat, akan terdapat banyak sekali pilar-pilar pemasukan yang dimiliki oleh bisnis tersebut, sehingga bisa menggaransi setiap jamnya selalu ada transaksi bagi bisnis tersebut.
Begitu bisnisnya sudah mulai menghasilkan pemasukan dalam jumlah besar, barulah bisnis tersebut bisa mulai masuk kedalam bidang bisnis yang diimpikan oleh pendirinya, tanpa perlu takut lagi akan kekurangan dana segar untuk membiayai pengeluaran rutinnya..
Kesalahan paling umum dari pebisnis pemula
Salah satu kesalahan yang paling banyak dilakukan oelh pebisnis pemula adalah tidak menyadari, bahwa mereka belum dikenal oleh pasar, sebagai pemain baru mereka umumnya masih hijau dan sebagai pemain baru mereka belum memiliki sumber pemasukan rutin yang di sebut dengan pelanggan. Alih-alih mereka membelanjakan uang mereka diawal untuk membangun slauran pemasukan rutin ini, mereka malah membelanjakannya dana segar mereka untuk membangun image dengan menghabiskan uang mereka untuk mendekor kantor, kredit mobil baru dan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan mendapatkan pelanggan baru bagi bisnis mereka selain kebutuhan gengsinya.. Bahwa mereka sekarang sudah mempunyai bisnis, bahwa mereka sekarang sudah menjadi pengusaha..
Buat apa mendirikan usaha kalau akhirnya bangkrut dalam waktu singkat karena tidak bisa membukukan penjualan yang cukup untuk sekedar bertahan apalagi tumbuh.. Tentu saja untuk detail dari strategi memulai bisnis bisa Anda pelajari selengkapnya di buku bisnis dan marketing yang sangat luar biasa “Start-Up Business Wizards” yang ditulis oleh pakar bisnis dan marketing Laksita Utama Suhud. Sebuah buku terbitan Gramedia Putska Utama seharga Rp 53.000,- dengan hadiah audiobook CD seharga Rp 97.000 yang sangat inspiratif dan memuat lebih dari 80 strategi bisnis dan marketing luar biasa yang bisa kita praktekkan untuk membanjiri bisnis kita dengan order..
Artikel ini sudah mendapat ijin dan persetujuan dari pakar bisnis dan marketing
Laksita Utama Suhud
CEO Business Wizards Consulting
dan penulis buku Start-Up Business Wizards
kumpulan 5 Audiobook The Tai-Chi Strategy dari Laksita Utama Suhud bisa didownload secara gratis di:
http://www.megaupload.com/?d=AF2AWIM9
http://www.megaupload.com/?d=4XHXNO7U
http://www.megaupload.com/?d=LJQ611JK
http://www.megaupload.com/?d=G5T8JKXV
http://www.megaupload.com/?d=6KLXPNK9
Strategi memulai bisnis dengan aman, bagaimana sebaiknya ? Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/how-to/money-and-business/2063926-strategi-memulai-bisnis-dengan-aman/
kumpulan kata-kata bijak
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri
Cashflow Quadrant
Teori Cashflow Quadrant membagi profesi (atau mungkin lebih tepatnya keadaan finansial kita) ke dalam 4 bagian. Dua profesi menempati kuadran kiri dan 2 lagi menempati kuadran kanan.
S = Self-Employee (pekerja lepas, profesional). Misal : Dokter, pengacara, dll;
B = Businessman. Misal : Pemilik waralaba, wiraswasta, dll;
I = Investor. Misal : Pemegang saham, pelaku network marketing, dll.
Bagi sebagian besar orang tua -termasuk orang tua saya, mereka cenderung mengajarkan anaknya untuk bekerja dengan ‘nyaman’ di kuadran kiri yang dihuni oleh Employee (karyawan) dan Self-Employee/Professionals. Sebagian dari kita sendiri-pun merasa demikian… betul? Orang tua -juga kita- beranggapan bahwa ini adalah posisi aman, dimana kita bekerja mengikuti sistem (baca : perintah bos) dan menerima gaji secara teratur. Atau menerima upah saat pelanggan menggunakan produk/layanan kita. Inilah yang dimaksud dengan ‘pembantu’.
Mereka yang mengandalkan kebutuhan finansialnya di kuadran kiri, berada di posisi rawan dengan risiko finansial tinggi. Jika musibah menimpa (misal: sakit, kematian) atau izin tak masuk kantor, maka pendapatan mereka akan terhenti. Demikian juga para profesional, kondisi yang sama berlaku pada mereka. Makin banyaknya pesaing, juga memposisikan mereka di ‘ujung tanduk’. Khusus bagi para karyawan, jalur menuju promosi dan jabatan tinggi juga harus dilalui dengan susah payah. Mereka bekerja di bawah pimpinan dan perintah satu pemimpin mutlak yang berada di ‘kursi puncak’.
Tapi coba bayangkan jika Anda berada di kuadran kanan, sebagai pelaku bisnis atau investor. Bahkan saat Anda berlibur dan tak bekerja-pun, penghasilan Anda tetap jalan, uang yang bekerja untuk Anda. Pelaku bisnis juga memimpin orang-orang yang berada di bawahnya dan menjalankan sistem di bawah komando Anda. Bayangkan jika Anda berada di posisi puncak dari struktur organisasi milik Anda sendiri! Nyaman bukan?!
Posisi Investor mungkin yang paling menjanjikan. Tak perlu capek mengatur bawahan, uang sepenuhnya telah bekerja untuk Anda. Masalahnya, posisi ini membutuhkan persyaratan yang paling kompleks dan jeli untuk membaca peluang. Pastikan terlebih dahulu Anda menginvestasikan uang Anda di perusahaan/bidang yang berpotensi dan berprospek cerah dan terpercaya. Jika perlu, Anda membangun sebuah jaringan dengan menggandeng mitra bisnis.
Untuk menjadi seorang yang bermental pemimpin dan menghilangkan image ‘pembantu’ kita, diperlukan modal yang terkesan sangat sederhana dan sepele, yaitu MODAL KAKI. Ya, memang terkesan sepele, tapi MODAL KAKI yang ini sesungguhnya adalah prinsip yang harus kita pegang untuk mewujudkan impian hidup kita, bukan hanya sebatas angan-angan.
MODAL KAKI yang saya maksud adalah :
M = Masterpiece (Mahakarya)
Sebagai seorang manusia, kita memerlukan sebuah mahakarya yang harus kita miliki untuk menunjukkan kelas kita. Perusahaan mobil mempunyai masterpiece yang luar biasa berkelas dan menempatkan perusahaan itu di daftar perusahaan ternama dan ‘dihormati’. Sebagai contoh, perusahaan mobil Ferrari mempunyai masterpiece berupa Ferrari 599 GTB Fiorano yang dinobatkan sebagai ‘The F40 for the 21st Century’ car.
Anda semua pasti punya impian. Wujudkan impian Anda, jangan hanya sebatas angan-angan. Wujudkan impian terbesar Anda, masterpiece Anda. Menurut Ibu Retno, salah satu caranya adalah dengan menuliskan impian terbesar Anda atau meletakkan gambarnya di dinding kamar tidur Anda, sehingga kapanpun Anda terbangun atau menjelang tidur, pikiran Anda akan terfokus dan mengingatkan Anda untuk terus mewujudkannya.
O = Opportunity (Kesempatan)
Anda percaya istilah ‘Kesempatan hanya datang satu kali’? Saya dan Ibu Retno tidak berpendapat demikian. Allah SWT memberikan kesempatan bagi hamba-Nya yang ingin terbuka, tak pernah ada kata terlambat. Lihatlah kesempatan itu, manfaatkan… jangan hanya terpaku dan melewatkannya. Ingatlah, lebih baik kita melakukan sebuah kesalahan dan mengambil hikmah dan pelajaran dari kesalahan itu, untuk kemudian mencobanya kembali dengan lebih baik, daripada kita hanya berdiam diri dan tidak melakukan apapun. Kita semua punya kemampuan untuk bangkit kembali.
D = Destination (Tujuan)
Apa impian Anda? Apa tujuan hidup Anda? Jangan hanya bermimpi, tapi wujudkan mimpi Anda. Kita semua punya impian. Fokuskan pikiran Anda, positive thinking dan berusahalah menggapainya. Jadikan impian Anda sebagai motivasi Anda dan carilah orang yang bisa menjadi inspirator Anda. Inspirator bukan hanya mereka yang sukses, tapi mereka yang selalu berusaha tanpa kenal menyerah untuk meraih kesuksesan. Contohlah petani yang selalu bekerja keras tanpa lelah walaupun terkadang ladang mereka terkena banjir atau hama. Ingatlah, tak ada yang TAK MUNGKIN.
A = Attitude (Sikap/karakter)
Bentuklah karakter diri Anda mulai sekarang. Mana sifat Anda yang positif dan mana yang negatif, pelajarilah. Ingatlah sifat buruk Anda ketika Anda mendapatkan masalah, dengan begitu kita lebih mudah untuk mengendalikannya sebelum menjadi bumerang bagi kita dan memperkeruh masalah. Emosi yang meledak membuyarkan logika kita dan mengganggu pikiran rasional kita. Manajemen emosi yang baik bisa menghasilkan hal yang positif. Berpikirlah sebelum bertindak, tapi jangan pernah berpikir dengan emosi.
L = Learning (Belajar)
Kita bisa karena kita belajar. Belajarlah menjadi individu yang lebih baik dari sekarang, individu yang bermental baja, berpikir positif, dan percaya diri. Jika perlu, jadilah inspirator dan teladan bagi orang lain. Tapi jangan mengajarkan orang lain atau anak Anda untuk menjadi ‘pembantu’.
K = Komitmen
Anda punya impian, maka berkomitmenlah untuk mencapainya. Komitmen juga berarti tanggung jawab. Pegang komitmen Anda untuk mewujudkan impian Anda. Bersikaplah tegas dan jangan pernah merasa kasian pada orang lain, tapi bantulah mereka demi kebaikan.
A = Aksi/perbuatan/usaha
Anda mempunyai impian dan anda berkomitmen untuk mewujudkannya. Sekali lagi, berusahalah. Jangan hanya bermimpi tapi miliki impian dan wujudkanlah.
K = Kerja Keras
Berusaha saja mungkin tidak cukup, yerkadang dibutuhkan sebuah kerja keras untuk menggapai impian. Seperti yang saya bilang sebelumnya, contohlah petani yang tak pernah kenal menyerah. Walaupun dia gagal, tapi selalu mencoba lagi, tak pernah menyerah. Belajarlah dari kesalahan dan kegagalan Anda. Tak ada kesuksesan yang didapat dengan instan
Cashflow Quadrant
E = Employee (karyawan). Misal : pegawai kantoran, PNS, buruh pabrik, dll;S = Self-Employee (pekerja lepas, profesional). Misal : Dokter, pengacara, dll;
B = Businessman. Misal : Pemilik waralaba, wiraswasta, dll;
I = Investor. Misal : Pemegang saham, pelaku network marketing, dll.
Bagi sebagian besar orang tua -termasuk orang tua saya, mereka cenderung mengajarkan anaknya untuk bekerja dengan ‘nyaman’ di kuadran kiri yang dihuni oleh Employee (karyawan) dan Self-Employee/Professionals. Sebagian dari kita sendiri-pun merasa demikian… betul? Orang tua -juga kita- beranggapan bahwa ini adalah posisi aman, dimana kita bekerja mengikuti sistem (baca : perintah bos) dan menerima gaji secara teratur. Atau menerima upah saat pelanggan menggunakan produk/layanan kita. Inilah yang dimaksud dengan ‘pembantu’.
Mereka yang mengandalkan kebutuhan finansialnya di kuadran kiri, berada di posisi rawan dengan risiko finansial tinggi. Jika musibah menimpa (misal: sakit, kematian) atau izin tak masuk kantor, maka pendapatan mereka akan terhenti. Demikian juga para profesional, kondisi yang sama berlaku pada mereka. Makin banyaknya pesaing, juga memposisikan mereka di ‘ujung tanduk’. Khusus bagi para karyawan, jalur menuju promosi dan jabatan tinggi juga harus dilalui dengan susah payah. Mereka bekerja di bawah pimpinan dan perintah satu pemimpin mutlak yang berada di ‘kursi puncak’.
Tapi coba bayangkan jika Anda berada di kuadran kanan, sebagai pelaku bisnis atau investor. Bahkan saat Anda berlibur dan tak bekerja-pun, penghasilan Anda tetap jalan, uang yang bekerja untuk Anda. Pelaku bisnis juga memimpin orang-orang yang berada di bawahnya dan menjalankan sistem di bawah komando Anda. Bayangkan jika Anda berada di posisi puncak dari struktur organisasi milik Anda sendiri! Nyaman bukan?!
Posisi Investor mungkin yang paling menjanjikan. Tak perlu capek mengatur bawahan, uang sepenuhnya telah bekerja untuk Anda. Masalahnya, posisi ini membutuhkan persyaratan yang paling kompleks dan jeli untuk membaca peluang. Pastikan terlebih dahulu Anda menginvestasikan uang Anda di perusahaan/bidang yang berpotensi dan berprospek cerah dan terpercaya. Jika perlu, Anda membangun sebuah jaringan dengan menggandeng mitra bisnis.
Untuk menjadi seorang yang bermental pemimpin dan menghilangkan image ‘pembantu’ kita, diperlukan modal yang terkesan sangat sederhana dan sepele, yaitu MODAL KAKI. Ya, memang terkesan sepele, tapi MODAL KAKI yang ini sesungguhnya adalah prinsip yang harus kita pegang untuk mewujudkan impian hidup kita, bukan hanya sebatas angan-angan.
MODAL KAKI yang saya maksud adalah :
M = Masterpiece (Mahakarya)
Sebagai seorang manusia, kita memerlukan sebuah mahakarya yang harus kita miliki untuk menunjukkan kelas kita. Perusahaan mobil mempunyai masterpiece yang luar biasa berkelas dan menempatkan perusahaan itu di daftar perusahaan ternama dan ‘dihormati’. Sebagai contoh, perusahaan mobil Ferrari mempunyai masterpiece berupa Ferrari 599 GTB Fiorano yang dinobatkan sebagai ‘The F40 for the 21st Century’ car.
Anda semua pasti punya impian. Wujudkan impian Anda, jangan hanya sebatas angan-angan. Wujudkan impian terbesar Anda, masterpiece Anda. Menurut Ibu Retno, salah satu caranya adalah dengan menuliskan impian terbesar Anda atau meletakkan gambarnya di dinding kamar tidur Anda, sehingga kapanpun Anda terbangun atau menjelang tidur, pikiran Anda akan terfokus dan mengingatkan Anda untuk terus mewujudkannya.
O = Opportunity (Kesempatan)
Anda percaya istilah ‘Kesempatan hanya datang satu kali’? Saya dan Ibu Retno tidak berpendapat demikian. Allah SWT memberikan kesempatan bagi hamba-Nya yang ingin terbuka, tak pernah ada kata terlambat. Lihatlah kesempatan itu, manfaatkan… jangan hanya terpaku dan melewatkannya. Ingatlah, lebih baik kita melakukan sebuah kesalahan dan mengambil hikmah dan pelajaran dari kesalahan itu, untuk kemudian mencobanya kembali dengan lebih baik, daripada kita hanya berdiam diri dan tidak melakukan apapun. Kita semua punya kemampuan untuk bangkit kembali.
D = Destination (Tujuan)
Apa impian Anda? Apa tujuan hidup Anda? Jangan hanya bermimpi, tapi wujudkan mimpi Anda. Kita semua punya impian. Fokuskan pikiran Anda, positive thinking dan berusahalah menggapainya. Jadikan impian Anda sebagai motivasi Anda dan carilah orang yang bisa menjadi inspirator Anda. Inspirator bukan hanya mereka yang sukses, tapi mereka yang selalu berusaha tanpa kenal menyerah untuk meraih kesuksesan. Contohlah petani yang selalu bekerja keras tanpa lelah walaupun terkadang ladang mereka terkena banjir atau hama. Ingatlah, tak ada yang TAK MUNGKIN.
A = Attitude (Sikap/karakter)
Bentuklah karakter diri Anda mulai sekarang. Mana sifat Anda yang positif dan mana yang negatif, pelajarilah. Ingatlah sifat buruk Anda ketika Anda mendapatkan masalah, dengan begitu kita lebih mudah untuk mengendalikannya sebelum menjadi bumerang bagi kita dan memperkeruh masalah. Emosi yang meledak membuyarkan logika kita dan mengganggu pikiran rasional kita. Manajemen emosi yang baik bisa menghasilkan hal yang positif. Berpikirlah sebelum bertindak, tapi jangan pernah berpikir dengan emosi.
L = Learning (Belajar)
Kita bisa karena kita belajar. Belajarlah menjadi individu yang lebih baik dari sekarang, individu yang bermental baja, berpikir positif, dan percaya diri. Jika perlu, jadilah inspirator dan teladan bagi orang lain. Tapi jangan mengajarkan orang lain atau anak Anda untuk menjadi ‘pembantu’.
K = Komitmen
Anda punya impian, maka berkomitmenlah untuk mencapainya. Komitmen juga berarti tanggung jawab. Pegang komitmen Anda untuk mewujudkan impian Anda. Bersikaplah tegas dan jangan pernah merasa kasian pada orang lain, tapi bantulah mereka demi kebaikan.
A = Aksi/perbuatan/usaha
Anda mempunyai impian dan anda berkomitmen untuk mewujudkannya. Sekali lagi, berusahalah. Jangan hanya bermimpi tapi miliki impian dan wujudkanlah.
K = Kerja Keras
Berusaha saja mungkin tidak cukup, yerkadang dibutuhkan sebuah kerja keras untuk menggapai impian. Seperti yang saya bilang sebelumnya, contohlah petani yang tak pernah kenal menyerah. Walaupun dia gagal, tapi selalu mencoba lagi, tak pernah menyerah. Belajarlah dari kesalahan dan kegagalan Anda. Tak ada kesuksesan yang didapat dengan instan
smartclass: MEROKOK BISA DAPAT UANG ???
smartclass: MEROKOK BISA DAPAT UANG ???: " MEROKOK + SMARTCLASS = UANG MEMBER SMART CLASS DAPAT DIPEROLEH DENGAN :MEMBELI PAKET SMART CLASS SENILAI ( Rp. 250.0000 ) DENGAN PERINCIA..."
MEROKOK BISA DAPAT UANG ???
MEMBER SMART CLASS DAPAT DIPEROLEH DENGAN :
- MEMBELI PAKET SMART CLASS SENILAI ( Rp. 250.0000 ) DENGAN PERINCIAN SEBAGAI BERIKUT :
- ANDA BERHAK MENJADI DISTRIBUTOR LANGSUNG DAN BERHAK MEMPEROLEH BONUS SPONSOR SENILAI 10% SETIAP ANDA CLOSE PADA 1 TITIK JARINGAN
- ANDA BERHAK MENDAPATKAN 1 SLOP ROKOK CLASS MILD
FORMAT REGISTRASI
KETIK : REG_NAMA LENGKAP_ALAMAT LENGKAP_NOMOR KTP_TRANSFER BANK
KIRIM KE : 085 226 054 109
CONTOH : REG_JOKO SETIAWAN_JAKARTA SELATAN_00215412411187_MANDIRI SYARIAH
KIRIM KE : 085 226 054 109
REKENING ADMIN :
BANK SYARIAH MANDIRI : 0507042828 a/n TEGUH UTOMO
BANK BRITAMA : 021501014531501 a/n TEGUH UTOMO
Langganan:
Postingan (Atom)



